Cara kerja check digit EAN-13

Digit ke-13 dari setiap barcode EAN-13 tidak dipilih — melainkan dihitung. Berikut rumusnya, contoh lengkap yang dikerjakan, dan alasan mengapa hal ini penting.

EAN Studio · Diperbarui Juli 2026

Sebuah barcode EAN-13 mengodekan tiga belas digit. Dua belas digit pertama mengidentifikasi produk (prefiks GS1, prefiks perusahaan, dan referensi item); digit ketiga belas adalah check digit — sebuah digit tunggal yang dihitung dari dua belas digit lainnya. Satu-satunya tugasnya adalah menangkap kesalahan: jika satu digit salah ketik atau salah baca, check digit tidak lagi cocok dan pemindaian ditolak.

Rumusnya, secara sederhana

Membaca dua belas digit data dari kiri ke kanan:

  1. Kalikan digit pada posisi ganjil (ke-1, ke-3, ke-5 …) dengan 1.
  2. Kalikan digit pada posisi genap (ke-2, ke-4, ke-6 …) dengan 3.
  3. Jumlahkan semua hasilnya untuk mendapatkan sebuah total.
  4. Check digit adalah angka yang harus Anda tambahkan pada total tersebut untuk mencapai kelipatan sepuluh berikutnya. Dalam bentuk rumus: check = (10 − (sum mod 10)) mod 10.

"mod 10" terakhir itu penting untuk satu kasus khusus: jika totalnya sudah merupakan kelipatan sepuluh, check digit-nya adalah 0, bukan 10.

Contoh yang dikerjakan

Ambil dua belas digit data 400638133393. Susun beserta bobotnya:

Digit400638133393
Bobot131313131313
Hasil40018324193999

Hasil perkalian dijumlahkan menjadi 4 + 0 + 0 + 18 + 3 + 24 + 1 + 9 + 3 + 9 + 9 + 9 = 89. Kelipatan sepuluh berikutnya di atas 89 adalah 90, dan 90 − 89 = 1. Jadi check digit-nya adalah 1, dan EAN-13 lengkapnya adalah 4006381333931.

Tidak ingin menghitungnya secara manual? Kalkulator check digit melakukannya secara instan untuk EAN-13, UPC-A, EAN-8 dan GTIN-14, dan generator EAN-13 menambahkan check digit secara otomatis saat Anda membuat barcode.

Mengapa pemindai mengandalkannya

Ketika sebuah pemindai membaca EAN-13, ia mengulangi persis perhitungan ini pada dua belas digit pertama dan membandingkan hasilnya dengan digit ketiga belas. Jika keduanya tidak sesuai, pembacaan dibuang. Satu digit tambahan ini menangkap sebagian besar salah ketik satu-digit dan banyak kesalahan transposisi — asuransi murah terhadap pemindaian produk yang salah di kasir.

Matematika yang sama menggerakkan UPC, EAN-8 dan GTIN-14

Metode EAN-13 sebenarnya adalah algoritma modulo-10 GS1, dan digunakan bersama di seluruh keluarga ini: UPC-A (11 digit data), EAN-8 (7 digit data) dan GTIN-14 / ITF-14 (13 digit data) semuanya menggunakan bobot bergantian 3 dan 1 yang sama dari kanan. Hanya panjangnya yang berubah; logikanya identik.

Check digit bukanlah keseluruhan nomor. Menghitungnya tidak menciptakan nomor produk terdaftar. Untuk penjualan ritel, GTIN di balik sebuah EAN-13 diberikan oleh GS1. Matematika ini hanya melengkapi dan memvalidasi nomor yang sudah Anda miliki.

Hitung atau buat sekarang

Lewati perhitungannya — dapatkan check digit dan nomor lengkapnya di peramban Anda.

Buka kalkulator check digit

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu check digit EAN-13?

Ini adalah digit ke-13 dan terakhir dari sebuah barcode EAN-13, yang dihitung dari dua belas digit pertama. Pemindai menghitung ulang digit ini pada setiap pembacaan untuk menangkap nomor yang salah ketik atau salah baca.

Bagaimana cara menghitung check digit EAN-13?

Kalikan dua belas digit data dengan bobot bergantian 1 dan 3 (digit pertama dengan 1), jumlahkan hasil perkaliannya, lalu check digit adalah angka yang diperlukan untuk mencapai kelipatan sepuluh berikutnya.

Apakah rumus yang sama berlaku untuk UPC-A dan EAN-8?

Ya. UPC-A, EAN-8 dan GTIN-14 semuanya menggunakan algoritma modulo-10 GS1 yang sama; hanya jumlah digit datanya yang berubah.

Apa yang terjadi jika check digit salah?

Pemindai menghitung ulang check digit dan menolak pembacaan jika tidak cocok, sehingga nomor yang tidak valid atau salah ketik tidak akan terpindai sebagai produk yang valid.